Bagaimana Karakteristik Obligasi?

Bagaimana Karakteristik Obligasi? - Andrew Hidayat (AndrewHidayat.com)

Bagaimana Karakteristik Obligasi? – Andrew Hidayat (AndrewHidayat.com)

Andrew HidayatBagaimana Karakteristik Obligasi? Obligasi memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki oleh saham, yaitu: memberikan bunga (kupon) secara rutin sampai tanggal jatuh tempo kepada para investor dan memiliki nilai pokok investasi yang selalu tetap hingga jatuh tempo (dengan syarat penerbit obligasi tidak bangkrut). (Baca juga: 8 Hal yang Dilakukan Orang Sukses di Pagi Hari)

Obligasi dapat dijelaskan sebagai surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan, yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. (Baca juga: Apa Sih Obligasi Korporasi Itu?)

Baca juga: 10 Alasan Kenapa Anda Susah Untuk Sukses Menggapai Impian

Karakteristik Obligasi

Dalam berinvestasi pada obligasi, Anda harus memahami beberapa karakteristik, yaitu:

Obligasi memiliki nilai pari (nilai pokok)

Nilai pari adalah nilai yang akan diperoleh kembali oleh para investor pada waktu obligasi tersebut jatuh tempo. Obligasi yang baru terbit biasanya sesuai dengan nilai pari-nya. Namun nilai pokok obligasi tersebut tidak selalu sama dengan harganya.

Berbagai variabel mempengaruhi tingkat harga obligasi di pasar sekunder. Jika obligasi di jual dengan harga diatas nilai pari-nya, maka hal tersebut berarti harga obligasi tersebut premium dan berlaku sebaliknya jika harga obligasi dibawah nilai pari-nya maka berarti harga obligasi tersebut terdiskon.

Baca juga: 11 Tips Pintar Mengelola Keuangan Anda Untuk Masa Depan

Obligasi umumnya memberikan bunga (kupon)

Pada umumnya, penerbit obligasi membayarkan kupon obligasinya setiap enam bulan. Tapi, ada pula yang membayarkannya setiap bulan, tiga bulan, atau setiap tahun.

Kupon itu biasanya merupakan persentase dari nilai pokok suatu obligasi. Jika suatu obligasi yang memiliki nilai pari Rp 10 miliar menawarkan kupon 10% per tahun, artinya ia akan membagikan bunga Rp 1 miliar setiap tahun. Jika tarif bunganya ini tetap, obligasinya sering disebut sebagai obligasi berbunga tetap. Tapi, jika bunganya bisa berubah-ubah, obligasi itu disebut sebagai obligasi berbunga variabel.

Selain tingkat bunga, dan masa jatuh tempo, investor juga harus memperhatikan kondisi pihak yang menjadi penerbit suatu obligasi. Sebab, kinerja penerbit obligasi itulah yang akan menentukan apakah ia akan bisa membayar kewajiban bunga maupun pokok obligasinya di masa mendatang. Selain itu, penerbit surat utang itu juga menentukan tingkat risiko dan keuntungan obligasi tersebut.

Baca juga: 3 Blunder Bisnis Kecil Andrew Hidayat yang HARUS dihindari

Tanggal Jatuh Tempo Obligasi

Selain memiliki nilai pokok dan kupon, obligasi umumnya juga memiliki jatuh tempo (maturity). Tanggal jatuh tempo merupakan tanggal di masa depan saat penerbit akan membayar nilai pokok obligasinya. Masa jatuh tempo obligasi itu bisa sangat bervariasi, mulai dari satu hari sampai 30 tahun dan bahkan lebih.

Obligasi yang memiliki masa jatuh tempo dalam satu tahun jelas lebih mudah diprediksi dan risikonya lebih rendah jika dibandingkan dengan obligasi yang jatuh tempo dalam 20 tahun. Karenanya, umumnya, semakin panjang masa jatuh temponya, suatu obligasi akan menawarkan bunga yang semakin tinggi pula. Selain itu, harga obligasi yang memiliki jatuh tempo panjang lebih fluktuatif.

Karateristik obligasi yang lainnya adalah menyangkut pihak penerbitnya (issuer). Penerbit obligasi merupakan faktor krusial yang harus diperhatikan oleh investor karena stabilitas kinerja penerbit obligasi itulah yang akan menjamin kembalinya nilai pokok obligasi yang dimiliki oleh investor.

Baca juga: 3 Mindset Seorang Pengusaha yang Wajib Dimiliki Seorang Andrew Hidayat

Contoh yang paling ekstrem, Pemerintah Indonesia jelas lebih aman jika dibandingkan dengan perusahaan apa pun di Indonesia ini. Sebab, kemungkinan pemerintah mengalami default atau tidak mampu membayar pokok obligasi yang diterbitkannya lebih kecil jika dibandingkan perusahaan. Karena itulah, instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah ini sering disebut sebagai instrumen bebas risiko (risk-free asset).

Sementara itu, di lain pihak, perusahaan yang menerbitkan obligasi harus terus-menerus menghasilkan untung agar bisa membayar kewajiban bunga maupun pokok obligasinya dan perusahaan itu jelas tidak bisa menjamin 100% bahwa ia akan selalu untung.

Kenyataan itu menambah risiko yang ada pada obligasi terbitan perusahaan. Oleh karena itu, biasanya obligasi perusahaan harus menawarkan tingkat imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dibanding dengan obligasi pemerintah untuk menarik investor. Hukum investasi kembali berbicara “high risk high return bukan” ?

Baca juga: 4 Kemampuan Penting Andrew Hidayat dalam Dunia yang Berubah

Salam

Andrew Hidayat
Instagram Andrew Hidayat
Pinterest Andrew Hidayat
Twitter Andrew Hidayat

author